Links
Archives
- 10/01/2003 - 11/01/2003
- 11/01/2003 - 12/01/2003
- 12/01/2003 - 01/01/2004
- 01/01/2004 - 02/01/2004
- 02/01/2004 - 03/01/2004
- 03/01/2004 - 04/01/2004
- 04/01/2004 - 05/01/2004
- 05/01/2004 - 06/01/2004
- 06/01/2004 - 07/01/2004
- 07/01/2004 - 08/01/2004
- 08/01/2004 - 09/01/2004
- 10/01/2004 - 11/01/2004

My TagBoard
Assalam "Muallaikum" Wr,Wb.
Tuesday, June 01, 2004
ARTI CINTA DAN PERSAHABATAN
Ini mungkin akan menolongmu untuk membuat suatu keputusan... Apakah kamu punya beberapa pandangan tentang siapa saja.......... Yang sangat berarti bagimu?
Ada seorang pria yang mencintai 2 gadis pada saat yang sama, tetapi ia tak tahu mana yang lebih ia cintai. Seseorang membeitahu dia: "Jika kamu sedang senang, siapa yang pertama kali muncul dalam pikiranmu? Jika kamu memikirkan salah satunya, maka dialah yang lebih kamu cintai.."
BUKAN, ITU BUKAN CARA UNTUK MENGUJI FORMULA CINTA.
Tanyakan pada dirimu sendiri, pertanyaan manis ini: "Saat kamu sedang sedih, pria/wanita manakah yang kamu inginkan untuk berbagi kesedihan?". Kalau kamu memikirkan pria/wanita itu pertama kali, maka dialah yang lebih kamu cintai...". Bagaimanapun juga, jika kamu memikirkan pria/wanita yang sama saat kamu sedang bahagia maupun sedih, itulah yang terbaik. Tapi kalo kamu tidak memikirkan pria/wanita yang sama saat kamu sedang senang, dan saat kamu sedang sedih, di sarankan pilihlah dia yang kamu inginkan untuk berbagi kesedihan denganmu.
Soalnya, dalam hidup ini, kepedihan lebih banyak ketimbang kebahagiaan.. Ada banyak orang dimana kamu dapat berbagi kesenangan yang kamu punya, nggak penting apakah mereka kekasihmu atau bukan. Kalau hidup kamu adalah hidup yang bahagia, kamu tetap dapat menikmatinya sendiri. Kesedihan, bagaimanapun juga nggak banyak orang yang mau berbagi beban hidup denganmu. Pada siapa kamu bersedia menceritakan kesedihanmu, maka dia akan menjadi seorang yang dekat dan yang paling mengerti dirimu...
Dengan kata lain, jika dia hanya memikirkan kamu saat dia sedang senang, tetapi mencari seseorang yang lain saat dia sedih, ini adalah jenis cinta yang sangat tidak stabil, ia tidak menganggap kamu sebagai seseorang yang dapat bersamanya menjalani sisa hidup ini.
Tentu saja, aku sih seneng banget kalo aku adalah orang yang pertama kali menjadi tempat berbagi kegembiraan oleh seseorang. Tapi ketika dia sedih, aku akan sangat bersedia untuk tetap disisinya dan menentramkan kesedihan hatinya. Hanya dengan begitu, aku dapat percaya bahwa aku itu menempati posisi yang penting di hatinya. Kalau kamu sedih, siapa yang pertama kali kamu pikirkan?
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Persahabatan adalah sesuatu yang aneh. Masing-masing kita mendapati bahwa kita saling menceritakan detil kehidupan kita pada sahabat kita... sesuatu yang bahkan tak pernah kita bagikan dengan keluarga kita. Tapi, apakah teman itu orang yang kita percayai? Bahu tempat kita menangis? Telinga untuk mendengar? Hati untuk ikut merasakan apa yang kita rasakan? Mata yang melihat hal yang sama dengan apa yang kita lihat? Tangan yang senantiasa siap bekerja sama dengan kita? Teman adalah kesemuanya itu... dan lebih. Nggak peduli dimana kita bertemu, nggak peduli seberapa lamanya kita bersama... Aku memanggilmu Teman... Kata yang singkat, terlalu banyak perasaan didalamnya, suatu kata yang diisi dengan perasaan, kata yang dipenuhi dengan rasa sayang. Sungguh, hal-hal luar biasa yang ada dalam bungkusan kecil. Sekali bungkusan persahabatan telah terbuka, tak akan pernah dapat ditutup lagi....Itu adalah Buku yang selalu menunggu... menunggu untuk dibaca dan dinikmati. Mungkin kita memiliki ketidak setujuan kita,...mungkin kita mempunyai kekecewaan kita... Mungkin kita berbantahan,...kita mungkin mencemaskan satu sama lain,....
Persahabatan adalah ikatan yang unik, yang mana telah melewati segala kemalangan... Sebagian dari diri kita telah ada dalam persahabatan, humor-humor kita, pengalaman kita, air mata kita....
Persahabatan adalah suatu dasar,.... yang berguna bagi kehidupan,....dan bagi CINTA....
Dunia tak pernah sepi dari persoalan. Satu selesai datang sepuluh lagi. Yang sepuluh beres, muncul yang seratus, demikian seterusnya.
Anehnya, manusia sangat menikmati adanya persoalan ini. Bahkan bisa dikatakan, garamnya kehidupan adalah persoalan itu sendiri. Hidup tidak akan nikmat tanpa persoalan. Ibarat berkendaraan, jika hanya di jalan tol terus, bisa menjadi ngantuk atau setidaknya bosan.
Ketika masih miskin persoalannya adalah bagaimana caranya agar bisa meningkatkan taraf hidup. Sehari-harinya yang menjadi wirid adalah bagaimana caranya agar bisa mencukupi kebutuhan pangan untuk keluarga, memberi sandang dan melindungi keluarga dengan menyediakan perumahan.
Dalam sepuluh atau dua puluh tahun, masalah ini bisa diatasi. Akan tetapi bukan berarti problem hidup sudah tak ada lagi. Anak yang mulai menginjak remaja, tiba-tiba menunjukkan kenakalannya sendiri. Yang sudah dewasa sudah berani melawan adat. Belum lagi nanti nanti jika anak sudah usia nikah, sementara yang melamar belum juga ada. Dalam waktu bersamaan anak-anak yang lain masih perlu biaya sekolah.
Selama hayat masih di kandung badan, selama itu pasti ada persoalan. Kaya miskin punya masalah masing-masing. Tua muda punya problem berbeda-beda. Laki perempuan juga punya masalah. Membujang masalah, kawin juga membawa problem. Tak punya anak bingung, punya anak pusing. INILAH HIDUP.
Yang tak mau menghadapi persoalan, sebaiknya mengundurkan diri dari pentas kehidupan. Orang yang positif akan menyingkapi kehidupan ini sebagai permainan dan hiburan. Ada saat menegangkan, ada pula waktu yang menggembirakan. Ada susah ada bahagia. Adakalanya di bawah, ada saatnya di atas.
"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan, hiburan, perhiasan, bermegah-megahan antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanaman-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning, kemudian menjadi hancur. Dan di akherat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Alloh serta keridhanNYA. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu". (QS 20)
Namanya permainan, tetap harus ada aturan main. Permainan yang tak beraturan akan menyebabkan kesemrawutan yang akibatnya macam-macam. Karenanya, tetap di tuntut untuk fair play. Juga dibutuhkan kesiapan. Lihatlah permainan sepakbola, misalnya. Sebelum bertanding, sudah harus ada persiapan matang. Ada seleksi awal, latihan intensif, sampai pada penentuan permainan. Berapa biaya yang dikeluarkan? Berapa tenaga yang harus dikerahkan? Berapa pikiran yang dicurahkan ?
Kedua, pengaruh permainan itu luar biasa. Tidak hanya pemain yang merasakannya, tapi juga penonton. Justru yang namanya suporter, dimana-mana lebih brutal ketimbang pemainnya sendiri. Demi membela tim kesayangannya, mereka rela bayar mahal kepanasan, bahkan gontok-gontokan. Bila terjadi keributan dilapangan, mereka meneruskan keributan itu lebih panjang. Sesama pemain sudah saling akur, supporternya masih melanjutkan diperjalan. ITULAH ISI DUNIA.
Pemainan yang tetap mengasyikkan. Meski semu, tetap juga menggairahkan. Bagi kita, sebaiknya bersikap wajar-wajar saja. Boleh jadi kita menikmatinya, asal tidak melupakan kehidupan yang sebenarnya. "Dunia ini manis dan indah, sesungguhnya ALLOH swt akan menguji kamu didalamnya. Dia akan melihat, bagaimana kamu berbuat. Bertaqwalah kepada ALLOH dalam menghadapi dunia”.