Links
Archives
- 10/01/2003 - 11/01/2003
- 11/01/2003 - 12/01/2003
- 12/01/2003 - 01/01/2004
- 01/01/2004 - 02/01/2004
- 02/01/2004 - 03/01/2004
- 03/01/2004 - 04/01/2004
- 04/01/2004 - 05/01/2004
- 05/01/2004 - 06/01/2004
- 06/01/2004 - 07/01/2004
- 07/01/2004 - 08/01/2004
- 08/01/2004 - 09/01/2004
- 10/01/2004 - 11/01/2004

My TagBoard
Assalam "Muallaikum" Wr,Wb.
Wednesday, April 28, 2004
BEGINILAH JIKA BERSAUDARA
Roma 12:10
Hendaklah kamu saling mengasihi sebagai saudara dan saling mendahului dalam memberi hormat.
Dua orang bersaudara bekerja bersama menggarap ladang milik keluarga mereka. Yang seorang, si kakak, telah menikah, dan memiliki keluarga yang cukup besar. Si adik masih lajang, dan berencana tidak menikah.
Ketika musim panen tiba, mereka selalu membagi hasil sama rata. Selalu begitu.
Pada suatu hari, si adik yang masih lajang itu berpikir, "Tidak adil jika kami membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku masih lajang dan kebutuhanku hanya sedikit." Maka, demi si kakak, setiap malam, dia akan mengambil sekarung padi miliknya, dan dengan diam-diam, meletakkan karung itu di lumbung milik kakaknya. Sekarung itu ia anggap cukuplah untuk mengurangi beban si kakak dan keluarganya.
Sementara itu, si kakak yang telah menikah pun merasa gelisah akan nasib adiknya. Ia berpikir, "Tidak adil jika kami selalu membagi rata semua hasil yang kami peroleh. Aku punya istri dan anak-anak yang akan mampu merawatku kelak ketika tua. Sedangkan adikku, tak punya siapa-siapa, tak akan ada yang peduli jika nanti dia tua dan miskin. Ia berhak mendapatkan hasil lebih daripada aku."
Karena itu, setiap malam, secara diam-diam, ia pun sekarung padi dari lumbungnya, dan memasukkan ke lumbung mulik adik satu-satunya itu. Ia berharap, satu karung itu dapatlah mengurangi
beban adiknya, kelak., selama bertahun-tahun kedua bersaudara itu saling menyimpan rahasia. Sementara padi di lumbung keduanya tak pernah berubah jumlah. Sampai..., suatu malam, keduanya bertemu, ketika sedang memindahkan satu karung ke masing-masing lumbung saudaranya.
Di saat itulah mereka sadar, dan saling menangis, berpelukan. Mereka tahu, dalam diam, ada cinta yang sangat dalam yang selama ini menjaga persaudaraan mereka. Ada harta, yang justru menjadi perekat cinta, bukan perusak.
Demikianlah jika bersaudara.
Friday, April 23, 2004
Hallo semuanya dku haturkan banyak2 terimah kasih atas kehadiran kalian semuanya,kususnya sis danitza,Ranian,Thisa,VH,Shinichi,N3o,Ajeng ,Kang Mas Anom,Bandung,Sherine,daridjo
Juga termasuk gdjf...
Mas anom bentar lagi dku datang ambil pandanya dkau ya,sis Sherine tentu dku akan datang ke web dkau terimah kasih ya dikasih addnya
sis Thisa heheeh dku gak call sapa2 mala call ke usa
sabar ya sis di giling yang dicall
Terlepas dari berita diatas,aku hari ini lumayan bisa mengurangin napsuku untuk chatting... dku habis nonton tv tentang membuat arak lalu bobo,tapi sayang ketika bangun badanku pegel banget maklum tidak bisa bobo siang
setelah bangun dku
cuci muka dan sisiran ehemmm rapi udah
duduk2 bentar makan buah mangga terasa segar dku praktis piano ampun pukulannya sukar bikin dku nyengar nyengir untungnya dirumah sendiri kekeke jadi tidak ada yang lihat belajar bisa agak lama dan lancar... tiba saatnya mengisi blog sebab ada janji buat Dick Trasi untuk tampilin Puisi yang indah....terimah kasih mas Dicky
sorry ganti nama hahahah gak usah buat bubur merah kan mas
Ok dech tiba saatnya dku mohon diri dari obrolanku sendiri juga termasuk buat teman2ku semua
for you all
Indahnya senyummu...
Hari ini kuberjalan tak sendiri lagi...
kususuri tepian danau dengan seorang kekasih
seseorang yang menyayangiku... seseorang yang mencintaiku
duhai kekasihku.. duhai permataku... duhai pujaanku
walau angin berdesir... walau dingin menghampiri
semua sirna saat berada didekatmu
terasa hangat saat kau memelukku…..
Perlahan kupejamkan mata..
perlahan pula ku terhanyut dalam bias anganku...
terasa genggaman tanganmu memeluk hatiku
terasa hangat pelukmu mencium jiwaku
hening.... damai.... dan indah........
kurasakan semua bergejolak di dalam dada...
hening walau sesekali terdengar percikan ikan di danau..
damai saat terdengar burung bernyanyi dan menari di pepohonan
indahh... saat kulihat indahnya senyummu..
ku tak ingin semua ini cepat berlalu
ku tak ingin semua ini hanya mimpiku...
inikah namanya cinta...
inikah namanya sayang.....
perlahan kubuka kedua mataku
dan kutahu... kau kan slalu ada disisiku...
with Love
Dick_Tracy
060504;01:05
akan jauh lebih "indah" jika membaca sambil mendengarkan
angels lulaby "Richard Marx" :)
Sunday, April 18, 2004
tentang ABORSI?"
Saya kemarin ikut mengahadiri SEMINAR MENGENAI ABORSI, dengan Pembicaranya : Dr. Kusuma.
Seharusnya saudara-saudara dan teman-teman bisa hadir sendiri di situ, bisa mendengarkan sendiri dan bisa melihat video yg ditunjukkannya itu.. Dalam seminar itu, dijelaskan secara detil, proses pertumbuhan dan perkembangan dari calon janin sampai janin itu dilahirkan ... Selain itu, juga ditampilkan secara detil proses ABORSI... Janin yg awalnya hidupnya damai, tenteram, dan kadang-kadang bergeliat manja di dalam perut ibunya, sekejap mata terusik oleh peralatan-peralatan ABORTUS.
Di jaman sekarang, dunia kedokteran yg telah banyak mengalami kemajuan, teknologi yg canggih, yg memungkinkan proses ABORTUS itu berjalan singkat dan 'aman'.
TAPI BENARKAH PROSES ABORTUS ITU BERJALAN DENGAN 'AMAN' DAN BIASA-BIASA SAJA ???
Ukh... seandainya saja kalau Anda bisa melihat sendiri jalannya proses abortus itu... Weukhjhh... mungkin Anda akan terkejut sekali, muntah-muntah atau mungkin langsung pingsan. Bukannya saya ingin melebih-lebihkan, tetapi itulah kenyataan yg ada, tangan-tangan yg melakukan ABORTUS itu seakan-akan hanya mengeluarkan segumpal 'sampah' dari perut seorang wanita. DIOBOK-OBOK, DIHISAP, DIREMUK DAN DITARIK PAKSA KELUAR DAN DIBUANG !
Saya bisa mengatakan seperti ini, karena dalam seminar itu, ditayangkan video mengenai proses abortus secara detil... Diawali dengan pelebaran lubang keluar janin sampai sekitar 1 cm lebih, dengan alat obeng busi. Setelah itu dimasukkan alat pengukur untuk mengukur kedalaman rahim. Kemudian alat penyedot abortus dimasukkan ke dalam rahim. Setelah masuk, alat penyedot dihidupkan, segala cairan dihisap ke dalam selang, daging-daging yg masih lemb ek dan tulang-tulang kecil pun tidak ketinggalan dihisap oleh alat tersebut. Lewat layar monitor, walaupun gambarnya agak kabur, namun kita bisa melihat dengan jelas, terjadi pemberontakan di dalam sana. Janin itu terus saja bergerak ke sana kemari, berusaha membebaskan diri, berusaha melarikan diri. (Tetapi ke mana lagi ia musti lari ???)
Walaupun sudah berusaha keras, tetap saja tidak mampu melawan kuatnya hisapan alat penyedot tersebut. Dan akhirnya yg tertinggal hanyalah bagian kepalanya saja (tengkorak).
Tahap terakhir dari proses ABORTUS adalah dimasukkannya TANG ABORTUS ke dalam rahim. Tanpa kesulitan, kepala janin yg tersisa itu langsung tertangkap oleh tang abortus itu, dan ... krek... kepala tsb langsung diremukkan, terus ditarik keluar dari rahim ibunya.
Dan ini ada beberapa pesan yg disampaikan oleh Dr. Kusuma: (sejauh saya bisa mengutipnya..)
Saudara-saudara sekalian, kita mungkin se ring melihat penganiayaan-penganiayaan di jalan-jalan, korban senjata tajam, korban pemerkosaan, dll.... Pelakunya kita kecam dan kita cap tidak peri kemanusiaan sama sekali. Pihak berwajib menangkap mereka dan menghukumnya...
TAPI BAGAIMANA TINDAKAN ABORTUS ??? BUKANKAH HAL INI JUGA SAMA SAJA????
Bahkan lebih parah lagi, yg merupakan korban di sini adalah yg tidak berdaya, yg sangat lemah sekali, yg sangat membutuhkan bantuan orang lain agar ia bisa hidup... Tapi nyatanya dia diserang, diobok-obok, dan diremukkan.
Apakah janin itu menerima begitu saja ketika proses abortus itu berlangsung? TIDAK. Janin itu bergerak memberontaki, bahkan lewat monitor, kita bisa melihatnya mulutnya yg selalu ternganga lebar-lebar,
BERTERIAK, JANIN ITU BERTERIAK MINTA TOLONG, TETAPI SIAPAKAH YG BISA MENDENGARNYA, SIAPAKAH YG MENOLONGNYA..... YANG ADA HANYA SEBUAH "SILENT SCREAMING"... Kalau Anda sendiri yg menjadi janin itu, apakah yg akan/bisa Anda lakukan?
Sungguh kasihan sekali janin itu, dia yg lemah, dia yg tidak tahu apa-apa, dia yg tidak melakukan kesalahan apa-apa, musti dilenyapkan kehidupannya... karena apa???
HANYA DEMI NAMA BAIK? HANYA DEMI KEHORMATAN? HANYA DEMI MARTABAT KELUARGA?? Sebuah nyawa musti dikorbankan...
Janin, sebuah jiwa, suatu kehidupan, sebuah karunia TUHAN Yang Maha Besar, dihancurkan dengan begitu mudahnya oleh manusia. Beginikah cara manusia mensyukuri apa yg telah Tuhan berikan???
Oleh karena itu, saudara-saudara, marilah kita semua mencegah dan menghindari terjadinya aborsi. Adapun yg bisa kita lakukan adalah menghindari seks pra-nikah, sehingga kita tidak perlu dihadapkan pada pilihan aborsi. Dan mengingatkan rekan-rekan kita.
Apapun alasannya, aborsi tetap saja sebuah pembunuhan, suatu usaha yg melawan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menciptakan makhluk kesaya ngan-Nya.
Mungkin hanya inilah yg bisa saya sharing-kan kepada saudara sekalian. Mohon maaf atas kata-kataku ini yg amburadul, kata-kata yg tidak sempurna, kata-kata yg belum mampu menjelaskan betapa besar penderitaan yg dialami oleh janin tsb. Tapi kalau saja saudara bisa melihat sendiri, korban-korban aborsi itu, 'bangkai' janin-janin yg masih kecil, badannya yg masih tidak karuan, yg membengkak biru kehitam-hitaman, jari-jari tangan dan kakinya terputus dan terpencar-pencar itu.. Dan kalau saja bisa melihat langsung mata janin tsb: mata yg sedih dan penuh penderitaan itu seakan-akan mengatakan: "MAMA, MENGAPA ENGKAU MELAKUKAN HAL INI? APAKAH SALAHKU PADA MAMA?"
Semoga cerita diatas tidak terjadi pada kita semua karena apapun alasannya aborsi, baik karena demi nama baik, keluarga ataupun ekonomi. Tetap itu bukan menjadi alasan bagi kita untuk menyimpang dari kehendak Allah SWT. Dan kalau karena alasan e konomi, kita yakin bahwa setiap mahluk hidup akan diberikan rejekinya masing-masing sebagai perumpamaan
"SEMUT PUN YANG HIDUP DIATAS BATU YANG TERLETAK DIPADANG PASIR YANG GERSANG MAMPU UNTUK BERTAHAN HIDUP KENAPA KITA SEBAGAI MANUSIA YANG MEMPUNYAI BANYAK KELEBIHAN DARI MAHLUK LAIN TIDAK BISA".
Apakah ada diantara kita di milis ini yang pernah gugurin kandungan? kalau ada... ayo cepat bertobatlah....minta ampun kepada Allah SWT.
Wass,
TIps dan Trick Dunia Internet..... http://gnlawuku.cjb.net/
Saturday, April 17, 2004
Hari ini sehari paling banyak chatting,ehemm ketemu teman ngobrol ngalor ngidul gak karu karuan
heheeh dapet cerita humor lagi dari mbak Zillion hahaha ngakaknya sampai sekarang belum beres heheheh ...lalu chatting sama adek funky hihihi bisa aja dc muluk...
Tiba saatnya intip blog ternyata banyak tamu yang butuh perhatian kekek kasih apple satu2 ya
..Hallo BH napa habis habisin tempat gitu keluar masuk cari Jugs mana ada hehe dah dihabus non btw terimah kasih ya dkau telah ikut2 gabung kerumahku kekek .....Hello adek shinichi masuk2 ngomongin ketek belum mandi ya kekeke pantes
Hallo tom selamat datang silahkan anda lewat tidak bayar kok
hallo sis Thisa apakabar hahaah ketemu cendhol dech tadi hanya saja dia keburu2 soaleh ada keperluan katanya tapi malam ini mau ol lagi hehee udah dulu ya sis......juga tidak lupa but semuanya salam damai selalu
heheeh dapet cerita humor lagi dari mbak Zillion hahaha ngakaknya sampai sekarang belum beres heheheh ...lalu chatting sama adek funky hihihi bisa aja dc muluk...
Tiba saatnya intip blog ternyata banyak tamu yang butuh perhatian kekek kasih apple satu2 ya
..Hallo BH napa habis habisin tempat gitu keluar masuk cari Jugs mana ada hehe dah dihabus non btw terimah kasih ya dkau telah ikut2 gabung kerumahku kekek .....Hello adek shinichi masuk2 ngomongin ketek belum mandi ya kekeke pantes
Hallo tom selamat datang silahkan anda lewat tidak bayar kok
hallo sis Thisa apakabar hahaah ketemu cendhol dech tadi hanya saja dia keburu2 soaleh ada keperluan katanya tapi malam ini mau ol lagi hehee udah dulu ya sis......juga tidak lupa but semuanya salam damai selalu
Friday, April 16, 2004
Kisah tragis
25 tahun yang lalu, Inikah nasib? Terlahir sebagai menantu bukan pilihan. Tapi aku dan Kania harus tetap menikah. Itu sebabnya kami ada di Kantor Catatan Sipil. Wali kami pun wali hakim. Dalam tiga puluh menit, prosesi pernikahan kami selesai. Tanpa sungkem dan tabur melati atau hidangan istimewa dan salam sejahtera dari kerabat. Tapi aku masih sangat bersyukur karena Lukman dan Naila mau hadir menjadi saksi. Umurku sudah menginjak seperempat abad dan Kania di bawahku. Cita-cita kami sederhana, ingin hidup bahagia.
22 tahun yang lalu, Pekerjaanku tidak begitu elit, tapi cukup untuk biaya makan keluargaku. Ya, keluargaku. Karena sekarang aku sudah punya momongan. Seorang putri, kunamai ia Kamila. Aku berharap ia bisa menjadi perempuan sempurna, maksudku kaya akan budi baik hingga dia tampak sempurna. Kulitnya masih merah, mungkin karena ia baru berumur seminggu. Sayang, dia tak dijenguk kakek-neneknya dan aku merasa prihatin. Aku harus bisa terima nasib kembali, orangtuaku dan orangtua Kania tak mau menerima kami. Ya sudahlah. Aku tak berhak untuk memaksa dan aku tidak membenci mereka. Aku hanya yakin, suatu saat nanti, mereka pasti akan berubah.
19 tahun yang lalu, Kamilaku gesit dan lincah. Dia sekarang sedang senang berlari-lari, melompat-lompat atau meloncat dari meja ke kursi lalu dari kursi ke lantai kemudian berteriak "Horeee, Iya bisa terbang". Begitulah dia memanggil namanya sendiri, Iya. Kembang senyumnya selalu merekah seperti mawar di pot halaman rumah. Dan Kania tak jarang berteriak, "Iya sayaaang," jika sudah terdengar suara "Prang". Itu artinya, ada yang pecah, bisa vas bunga, gelas, piring, atau meja kaca. Terakhir cermin rias ibunya yang pecah. Waktu dia melompat dari tempat tidur ke lantai, boneka kayu yang dipegangnya terpental. Dan dia cuma bilang "Kenapa semua kaca di rumah ini selalu pecah, Ma?"
18 tahun yang lalu, Hari ini Kamila ulang tahun. Aku sengaja pulang lebih awal dari pekerjaanku agar bisa membeli hadiah dulu. Kemarin lalu dia merengek minta dibelikan bola. Kania tak membelikannya karena tak mau anaknya jadi tomboy apalagi jadi pemain bola seperti yang sering diucapkannya. "Nanti kalau sudah besar, Iya mau jadi pemain bola!" tapi aku tidak suka dia menangis terus minta bola, makanya kubelikan ia sebuah bola. Paling tidak aku bisa punya lawan main setiap sabtu sore. Dan seperti yang sudah kuduga, dia bersorak kegirangan waktu kutunjukkan bola itu. "Horee, Iya jadi pemain bola."
17 Tahun yang lalu Iya, Iya. Bapak kan sudah bilang jangan main bola di jalan. Mainnya di rumah aja. Coba kalau ia nurut, Bapak kan tidak akan seperti ini. Aku tidak tahu bagaimana Kania bisa tidak tahu Iya menyembunyikan bola di tas sekolahnya. Yang aku tahu, hari itu hari sabtu dan aku akan menjemputnyanya dari sekolah. Kulihat anakku sedang asyik menendang bola sepanjang jalan pulang dari sekolah dan ia semakin ketengah jalan. Aku berlari menghampirinya, rasa khawatirku mengalahkan kehati-hatianku dan "Iyaaaa". Sebuah truk pasir telak menghantam tubuhku, lindasan ban besarnya berhenti di atas dua kakiku. Waktu aku sadar, dua kakiku sudah diamputasi. Ya Tuhan, bagaimana ini. Bayang-bayang kelam menyelimuti pikiranku, tanpa kaki, bagaimana aku bekerja sementara pekerjaanku mengantar barang dari perusahaan ke rumah konsumen. Kulihat ania menangis sedih, bibir cuma berkata "Coba kalau kamu tak belikan ia bola!"
15 tahun yang lalu, Perekonomianku morat marit setelah kecelakaan. Uang pesangon habis untuk ke rumah sakit dan uang tabungan menguap jadi asap dapur. Kania mulai banyak mengeluh dan Iya mulai banyak dibentak. Aku hanya bisa membelainya. Dan bilang kalau Mamanya sedang sakit kepala makanya cepat marah. Perabotan rumah yang bisa dijual sudah habis. Dan aku tak bisa berkata apa-apa waktu Kania hendak mencari ke luar negeri. Dia ingin penghasilan yang lebih besar untuk mencukupi kebutuhan Kamila. Diizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap pergi. Begitu katanya. Dan akhirnya dia memang pergi ke Malaysia.
13 tahun yang lalu, Setahun sejak kepergian Kania, keuangan rumahku sedikit membaik tapi itu hanya setahun. Setelah itu tak terdengar kabar lagi. Aku harus mempersiapkan uang untuk Kamila masuk SMP. Anakku memang pintar dia loncat satu tahun di SD-nya. Dengan segala keprihatinan kupaksakan agar Kamila bisa melanjutkan sekolah. aku bekerja serabutan, mengerjakan pekerjaan yang bisa kukerjakan dengan dua tanganku. Aku miris, menghadapi kenyataan. Menyaksikan anakku yang tumbuh remaja dan aku tahu dia ingin menikmati dunianya. Tapi keadaanku mengurungnya dalam segala kekurangan. Tapi aku harus kuat. Aku harus tabah untuk mengajari Kamila hidup tegar.
10 tahun yang lalu, Aku sedih, semua tetangga sering mengejek kecacatanku. Dan Kamila hanya sanggup berlari ke dalam rumah lalu sembunyi di dalam kamar. Dia sering jadi bulan-bulanan hinaan teman sebayanya. Anakku cantik, seperti ibunya. "Biar cantik kalo kere ya kelaut aje." Mungkin itu kata-kata yang sering kudengar. Tapi anakku memang sabar dia tidak marah walau tak urung menangis juga.
"Sabar ya, Nak!" hiburku. "Pak, Iya pake jilbab aja ya, biar tidak diganggu!" pintanya padaku. Dan aku menangis. Anakku maafkan bapakmu, hanya itu suara yang sanggup kupendam dalam hatiku. Sejak hari itu, anakku tak pernah lepas dari kerudungnya. Dan aku bahagia. Anakku, ternyata kamu sudah semakin dewasa. Dia selalu tersenyum padaku. Dia tidak pernah menunjukkan kekecewaannya padaku karena sekolahnya hanya terlambat di bangku SMP.
7 tahun yang lalu, Aku merenung seharian. Ingatanku tentang Kania, istriku, kembali menemui pikiranku. Sudah bertahun-tahun tak kudengar kabarnya. Aku tak mungkin bohong pada diriku sendiri, jika aku masih menyimpan rindu untuknya. Dan itu pula yang membuat aku takut. Semalam Kamila bilang dia ingin menjadi TKI ke Malaysia. Sulit baginya mencari pekerjaan di sini yang cuma lulusan SMP. Haruskah aku melepasnya karena alasan ekonomi. Dia bilang aku sudah tua, tenagaku mulai habis dan dia ingin agar aku beristirahat. Dia berjanji akan rajin mengirimi aku uang dan menabung untuk modal. Setelah itu dia akan pulang, menemaniku kembali dan membuka usaha kecil-kecilan. Seperti waktu lalu, kali ini pun aku tak kuasa untuk menghalanginya. Aku hanya berdoa agar Kamilaku baik-baik saja.
4 tahun lalu, Kamila tak pernah telat mengirimi aku uang. Hampir tiga tahun dia di sana. Dia bekerja sebagai seorang pelayan di rumah seorang nyonya. Tapi Kamila tidak suka dengan laki-laki yang disebutnya datuk. Matanya tak pernah siratkan sinar baik. Dia juga dikenal suka perempuan. Dan nyonya itu adalah istri mudanya yang keempat. Dia bilang dia sudah ingin pulang. Karena akhir-akhir ini dia sering diganggu. Lebaran tahun ini dia akan berhenti bekerja. Itu yang kubaca dari suratnya. Aku senang mengetahui itu dan selalu menunggu hingga masa itu tiba. Kamila bilang, aku jangan pernah lupa salat dan kalau kondisiku sedang baik usahakan untuk salat tahajjud. Tak perlu memaksakan untuk puasa sunnah yang pasti setiap bulan Ramadhan aku harus berusaha sebisa mungkin untuk kuat hingga beduk manghrib berbunyi. Kini anakku lebih pandai menasihati daripada aku. Dan aku bangga.
3 tahun 6 bulan yang lalu, Inikah badai? Aku mendapat surat dari kepolisian pemerintahan Malaysia, kabarnya anakku ditahan. Dan dia diancam hukuman mati, karena dia terbukti membunuh suami majikannya. Sesak dadaku mendapat kabar ini. Aku menangis, aku tak percaya. Kamilaku yang lemah lembut tak mungkin membunuh. Lagipula kenapa dia harus membunuh. Aku meminta bantuan hukum dari Indonesia untuk menyelamatkan anakku dari maut. Hampir setahun aku gelisah menunggu kasus anakku selesai. Tenaga tuaku terkuras dan airmataku habis. Aku hanya bisa memohon agar anakku tidak dihukum mati andai dia memang bersalah.
2 tahun 6 bulan yang lalu, Akhirnya putusan itu jatuh juga, anakku terbukti bersalah. Dan dia harus menjalani hukuman gantung sebagai balasannya. Aku tidak bisa apa-apa selain menangis sejadinya. Andai aku tak izinkan dia pergi apakah nasibnya tak akan seburuk ini? Andai aku tak belikan ia bola apakah keadaanku pasti lebih baik? Aku kini benar-benar sendiri. Wahai Allah kuatkan aku.
Atas permintaan anakku aku dijemput terbang ke Malaysia. Anakku ingin aku ada di sisinya disaat terakhirnya. Lihatlah, dia kurus sekali. Dua matanya sembab dan bengkak. Ingin rasanya aku berlari tapi apa daya kakiku tak ada. Aku masuk ke dalam ruangan pertemuan itu, dia berhambur ke arahku, memelukku erat, seakan tak ingin melepaskan aku.
"Bapak, Iya Takut!" aku memeluknya lebih erat lagi. Andai bisa ditukar, aku ingin menggantikannya.
"Kenapa, Ya, kenapa kamu membunuhnya sayang?" "Lelaki tua itu ingin Iya tidur dengannya, Pak. Iya tidak mau. Iya dipukulnya. Iya takut, Iya dorong dan dia jatuh dari jendela kamar. Dan dia mati. Iya tidak salah kan, Pak!" Aku perih mendengar itu. Aku iba dengan nasib anakku. Masa mudanya hilang begitu saja. Tapi aku bisa apa, istri keempat lelaki tua itu menuntut agar anakku dihukum mati. Dia kaya dan lelaki itu juga orang terhormat. Aku sudah berusaha untuk memohon keringanan bagi anakku, tapi menemuiku pun ia tidak mau. Sia-sia aku tinggal di Malaysia selama enam bulan untuk memohon hukuman pada wanita itu.
2 tahun yang lalu, Hari ini, anakku akan dihukum gantung. Dan wanita itu akan hadir melihatnya. Aku mendengar dari petugas jika dia sudah datang dan ada di belakangku. Tapi aku tak ingin melihatnya. Aku melihat isyarat tangan dari hakim di sana. Petugas itu membuka papan yang diinjak anakku. Dan 'blass" Kamilaku kini tergantung. Aku tak bisa lagi menangis. Setelah yakin sudah mati, jenazah anakku diturunkan mereka, aku mendengar langkah kaki menuju jenazah anakku. Dia menyibak kain penutupnya dan tersenyum sini. Aku mendongakkan kepalaku, dan dengan mataku yang samar oleh air mata aku melihat garis wajah yang kukenal.
"Kania?" "Mas Har, kau ... !" "Kau ... kau bunuh anakmu sendiri, Kania!"
"Iya? Dia..dia . Iya?" serunya getir menunjuk jenazah anakku.
"Ya, dia Iya kita. Iya yang ingin jadi pemain bola jika sudah besar."
"Tidak ... tidaaak ... " Kania berlari ke arah jenazah anakku. Diguncang tubuh kaku itu sambil menjerit histeris. Seorang petugas menghampiri Kania dan memberikan secarik kertas yang tergenggam di tangannya waktu dia diturunkan dari tiang gantungan. Bunyinya "Terima kasih Mama." Aku baru sadar, kalau dari dulu Kamila sudah tahu wanita itu ibunya.
Setahun lalu, Sejak saat itu istriku gila. Tapi apakah dia masih istriku. Yang aku tahu, aku belum pernah menceraikannya. Terakhir kudengar kabarnya dia mati bunuh diri. Dia ingin dikuburkan di samping kuburan anakku, Kamila. Kata pembantu yang mengantarkan jenazahnya padaku, dia sering berteriak, "Iya sayaaang, apalagi yang pecah, Nak." Kamu tahu Kania, kali ini yang pecah adalah hatiku. Mungkin orang tua kita memang benar, tak seharusnya kita menikah. Agar tak ada kesengsaraan untuk Kamila anak kita. Benarkah begitu Iya sayang?
Sumber : TRUE STORY
Malam ini dku baru ada minat untuk mengisi hari2ku,ehemmm beberapa hari ini sunggu membuatku capek dan capek
selain kerja sambil chatting mondar-mandir kesana kemari juga berantem
dialamak... di screen lagi idih malu2in
kayanya ber page page yang dku ketik dan dku tuangkan di screen alamak dan by pm for my friends
bukan maksudku ingin gosip hanya ingin membela diri dan mengungkapkan alasanku,dari segi ini dku hanya menjalankan amanat
dan tanggung jawabku yang harus ku pegang
tapi masalah gini saja bisa menghabiskan waktuku hahahah habis bikin dku konsen ke chat mengabaikan yang lain2.. semoga tidak terjadi lagi...
Saya bila menginginkan sesuatu selalu mendengar alasan orang lain mengapa tidak diberi dan memberi....lalu dku koreksi pada diri sendiri dan menyamakannya....demikian baru bijaksana.....saya bukan ahli hukum,dan berpendidikan tinggi tapi dku bisa memahami apa itu artinya etika ,semua dku dapet dari perjalanan hidupku ke pemahaman yang telah dku dapatkan selama ini....bahagia sekarang problema ini telah lewat begitu saja
ehemm semoga kebahagian dan segala rintangan menghindari langkahku amien3X
selain kerja sambil chatting mondar-mandir kesana kemari juga berantem
dialamak... di screen lagi idih malu2in
kayanya ber page page yang dku ketik dan dku tuangkan di screen alamak dan by pm for my friends
bukan maksudku ingin gosip hanya ingin membela diri dan mengungkapkan alasanku,dari segi ini dku hanya menjalankan amanat
dan tanggung jawabku yang harus ku pegang
tapi masalah gini saja bisa menghabiskan waktuku hahahah habis bikin dku konsen ke chat mengabaikan yang lain2.. semoga tidak terjadi lagi...
Saya bila menginginkan sesuatu selalu mendengar alasan orang lain mengapa tidak diberi dan memberi....lalu dku koreksi pada diri sendiri dan menyamakannya....demikian baru bijaksana.....saya bukan ahli hukum,dan berpendidikan tinggi tapi dku bisa memahami apa itu artinya etika ,semua dku dapet dari perjalanan hidupku ke pemahaman yang telah dku dapatkan selama ini....bahagia sekarang problema ini telah lewat begitu saja
ehemm semoga kebahagian dan segala rintangan menghindari langkahku amien3X
Assalam muallaikum wr wb
Selamat malam semuanya yang hadir dirumahku ini,senang menerimah kehadiran kalian semua... dku ucapkan terimah kasih buat sis Thisa,BH/VH ya kekek sis Jasmine
juga buat Cobaku
Pinokio terimah kasih dah ikut2 mampir
hihihi anitagak cakep selamat datang ternyata kamunya cakep benaran walaupun dku pikir gak cakep
Tortel Hellow juga
Andree kebun kopiku ada didesa tidak ada yang rawat kekeke bantu rawat ya,oh iya miss pujangga salam kenal.....sis Sherine apakabar Trinity dah dapet pacar
ingat engak dengan Trinity chatting denganmu malam itu
ok btw menghaturkan goodluck for you all ya
Selamat malam semuanya yang hadir dirumahku ini,senang menerimah kehadiran kalian semua... dku ucapkan terimah kasih buat sis Thisa,BH/VH ya kekek sis Jasmine
juga buat Cobaku
Pinokio terimah kasih dah ikut2 mampir
hihihi anitagak cakep selamat datang ternyata kamunya cakep benaran walaupun dku pikir gak cakep
Tortel Hellow juga
Andree kebun kopiku ada didesa tidak ada yang rawat kekeke bantu rawat ya,oh iya miss pujangga salam kenal.....sis Sherine apakabar Trinity dah dapet pacar
ingat engak dengan Trinity chatting denganmu malam itu
ok btw menghaturkan goodluck for you all ya