Links
Archives
- 10/01/2003 - 11/01/2003
- 11/01/2003 - 12/01/2003
- 12/01/2003 - 01/01/2004
- 01/01/2004 - 02/01/2004
- 02/01/2004 - 03/01/2004
- 03/01/2004 - 04/01/2004
- 04/01/2004 - 05/01/2004
- 05/01/2004 - 06/01/2004
- 06/01/2004 - 07/01/2004
- 07/01/2004 - 08/01/2004
- 08/01/2004 - 09/01/2004
- 10/01/2004 - 11/01/2004

My TagBoard
Assalam "Muallaikum" Wr,Wb.
Friday, October 22, 2004
Hongkong 22-10-2004
Hari ini adalah hari libur dihongkong,tapi dku bangunnya pagi sekali sekitar jam 6 pagi...dku dibangunkan oleh dinginnya tiupan angin dari jendela,maklum dku suka tidak tutup jendela kalau bobo....biarpun mataku terbuka,tapi badan belum mau turun dari ranjang akibatnya guling2 sama bantal guling...ehemmm
Setelah bangun kerja ini dan itu,ada masuk alamak dan ym sekedarnya saja tidak ada minat chat...masuk2 juga untuk ledekin anak2
Sekarang dku suka icon ini
biar dibilang brutu ayam juga gak apa2
pelecehan seksi2 dibilang2
Hari ini dku tidak ada call maupun chat dengan mas win,puasa kali
Dalam 10 hari ini banyak kejadian yang telah kami lewati berdua,ada duka ada senang juga pengalaman yang berarti....senang karena kami selalu ada canda,berarti karena ada kejadian yang bisa kami ambil hikmanya.....
Mengingat kejadian,pada bulan 5 yang lalu dku selalu bilang sama sisku Jasmine..bahwa dku tidak sering2 chat lagi sejak bulan 6-7,sedangkan sis Jasmine sendiri juga demikian....Kenyataan apa jadinya,stiap kali saya ol dianya ol....akibatnya selalu ledek2an...Wuiiiii katanya sudah tidak chat lagi,kenyataan selalu ada....jawabnya ehemm suatu kebetulan saja,besoknya tidak disengaja,besoknya lagi,tidak janjian
padahal sedang membela diri..sebenarnya dku memang ingin mengurangin chatku,kenyataan dku bisa kurangin chat pada saat internetku ngadat dikomporku.....itupun masih lari2 pinjam2 kompor bos dikit2 untuk chat....nah sudah ada perbaikan bukan...walaupun sedang kepepet...Sebenarnya siapa sich yg tidak ingin memperbaiki diri,smua orang ingin memperbaiki diri hanya saja harus bertahap sedikit demi sedikit...
Sudah berapa tahun dku dihongkong,jawabnya sudah hampir 8 tahun...berapa kali dku tidak berkumpul dengan keluarga disaat bulan suci romadhon,jawabnya banyak kali...Sedih juga tidak bisa berkumpul dirumah,bersembayang ke masjid untuk teraweh...dengerin cramah pada saat subuh......dulu dku sering sembayang ke masjid setelah sahur,dengerin cramah setelah itu mengajih....Gurunya mbak Lik dari Jombang ehemmmm bodynya kecil manis,orangnya kuliah sambil ngelesin untuk sambilan...tutur katanya lembut ehemm jadi ingat...ada kejadian diwaktu itu yang selalu dku ingat sampai saat ini,pada saat sholat subuh ke masjid dku tertidur dimasjid dalam keadaan telungkup.....trus ada seorang cewek membangunkanku...dek2 bangun sudah siang,ketika dku terbangun betapa kagetnya dku ternyata sudah tidak ada seorangpun...sedangkan yang membangunkanku juga tidak tahu bagaimana orangnya.....akibatnya tidak sempat berterimah kasih...ya mungkin karena terlalu capek waktu itu,sehingga masjid2 dijadikan ranjang
...
Buat teman2ku yang baek terimah kasih atas kehadirannya ke blogku ini,bersama dengan itu dku Haturkan Marhaban ya Ramadhan,Selamat Menunaikan ibadah puasa dan smoga Amal ibadah kita diterimah OlehNya Amien
Saturday, August 21, 2004

Hongkong 21 Agustus 2004
ehemmm sekitar jam 9 dku dapet sms dari yayang,tak berapa lama kemudian dapet miss call..sms memberitakan bahwa mas win kerja hari ini dioffice
Pret...hahaha tidak menyangkah kasih nomer baru...dku tahu kalau call ke nomer yg ini' pasti slalu tidak nyambung.... jadi dku jawab 1 minggu kemudian dku call ya sayang muaaah
Hari ini nyonyaku baru pulang dari singapore,rumah lumayan rame hehehe banyak makanan banyak buah ehemmmm
isinya makan muluk akibatnya perutku tambah buncit
smoga gak disangkah buncit beneran
malam ini sudah jam 11 malam,ada keinginan untuk bobo but....masih ingin chatting... ya sudah chatting2 sama teman2 kebetulan lagi rinduh sama nickku yang dulu ehem buntilllllll
BEBEK
terlalu ramai sekali
hehehe padahal hanya iseng doang
ngacir aja dulu buat room sendiri maklum dku lagi ingin tulis diaryku
Buat teman2ku yang baek,terimah kasih atas kunjungan kalian semuanya....Juga buat mas Anom panda kecilnya dku gak bisa isi buku tamu, padahal ingin sekali
slalu done layar tidak berkutik2
buat Arjun terimah kasih commentnya dan silahkan isi yang banyak tidak apa2....Tapi pujiannya kayanya terlalu berlebihan,dku tidak sebaik yang kau kira.....dimana dku berada harus selalu sujud padaNya
Karena dku adalah bagian dari cipataanNya
skali lagi terimah kasih dan salam kenal..... Buat yayangku godwin dku haturkan banyak2 terimah kasih, telah banyak mengirim artikel yang bermanfaat untukku.....mia akan meng edit bila ada waktu muaaaah
and miss you all

PADA AKHIRNYA HANYA KEINDAHAN
Setiap perjalanan (termasuk perjalanan hidup) sering diganggu oleh pertanyaan nakal sekaligus usil : di mana dan bagaimana akhirnya?
Disebut nakal dan usil karena pertanyaan ini juga yang membuat manusia buru-buru, tidak sabar, mudah memberi judul gagal. Untuk kemudian, membiarkan hampir setiap pengalaman keseharian kehilangan keindahannya. Seperti berjalan ke Bandung lewat Puncak misalnya. Karena tidak sabar dan buru-buru maka keindahan pemandangan berupa hijaunya daun teh, hamparan pemandangan yang berujung pada kota Jakarta sampai dengan hawa dingin, segar dan sejuk, hilang begitu saja tanpa sempat dinikmati.
Hal yang serupa juga terjadi dengan kehidupan. Setiap langkah yang buru-buru dan tidak sabar mau segera sampai di tujuan, membuat terlalu banyak keindahan yang hilang. Seperti memakan sebatang pisang. Ketika buru-buru tidak saja hadir kemungkinan lidah tergigit, tetapi juga banyak keindahan yang hilang. Memakan pisang (demikian juga hidup) tujuannya bukanlah menghabiskan pisangnya secepat dan sesingkat mungkin. Melainkan menikmati setiap gigitan dan kunyahan. Setiap gerakan mulut sebenarnya menghadirkan keindahan.
Dalam hidup juga tersedia terlalu banyak sahabat yang buru-buru. Ketika lulus sekolah, buru-buru mau bekerja. Setelah bekerja, buru-buru mau jadi direktur. Setelah jadi direktur buru-buru mau jadi presiden direktur. Setelah jadi presiden direktur, baru terasa kalau banyak sekali yang hilang. Tawa canda sahabat ketika masih di bawah dulu. Ketulusan dan kejujuran orang lain ketika masih jadi orang biasa. Teman-teman sekeliling yang datang hanya untuk berteman, tanpa motif yang kotor-kotor. Pelukan dan ciuman anak istri yang dulu sering hadir karena waktu bersama yang melimpah. Dan setelah menoleh seperti ini, baru sadar kalau dalam langkah-langkah hidup yang buru-buru, banyak sekali yang hilang di belakang. Dan diganti oleh kekinian dan masa depan yang kering, gersang dan penuh ketakutan.
Disinari oleh kesadaran seperti inilah, mulai banyak pejalan kaki di dunia kejernihan berhenti buru-buru. Bukannya berhenti berusaha, sekali lagi bukan. Melainkan berhenti buru-buru dan berhenti diganggu oleh pertanyaan usil dan nakal : di mana dan bagaimana akhirnya ? Kemudian bersahabat serta berpelukan mesra dengan kekinian yang suci. Berjalan tetap berjalan, melangkah ke tujuan juga masih, cuman tidak ada keindahan dalam kekinian yang dibiarkan berlalu tanpa rasa syukur.
Seperti Anda yang sedang membaca tulisan pendek ini. Kesimpulan akhirnya memang belum ketahuan. Rangkaian makna yang bisa mengendap ke dalam juga belum tahu. Apa lagi derajat perubahan yang ditimbulkan karena membaca tulisan ini, masih jauh. Cuma ada suara tarikan nafas masuk dan hembusan nafas keluar yang berbunyi dan bertutur tentang sesuatu. Ada kekayaan badan sehat yang perlu disyukuri. Ada kursi empuk yang menyangga dengan setianya. Dan masih banyak lagi yang lain.
Bagi sahabat-sahabat yang sudah belajar berpelukan mesra dengan masa kini yang suci, kemudian ada kekuatan yang mendidik untuk memasuki wilayah surrender (ikhlas). Berbeda dengan pikiran yang serakah memilih sukses di atas gagal, benar di atas salah, baik di atas buruk, keikhlasan ia tidak saja tidak memilih, bahasanya hanya satu : semuanya sudah, sedang dan akan berjalan sempurna. Salah seorang sahabat yang sudah sampai di sini bernama Eckart Tolle. Dalam karyanya yang berjudul Stillness Speaks ia menulis :
Sometimes surrender means giving up trying to understand and becoming comfortable with not knowing. (Ikhlas bisa berarti berhenti berusaha untuk mengerti. Bahkan ketika tidak tahupun masih merasa aman dan nyaman).
Terus terang, kesimpulan ini agak menghentak. Terutama pada zaman di mana manusia baru merasa aman dan nyaman ketika tahu, tiba-tiba ada yang mengatakan belajar aman dan nyaman ketika tidak tahu. Dan ternyata ada benarnya. Tidak semua segi hidup bisa diketahui. Tiga pertanyaan penting kehidupan (dari mana saya datang sebelum lahir, kenapa ada di sini, kemana pergi setelah mati) menyimpan bagian-bagian gelap yang tidak bisa diketahui. Ilmu pengetahuan sudah berjalan demikian jauh, teknologi sudah bekerja demikian keras, tetapi toh jawaban terhadap ketiga pertanyaan tadi belum bisa disepakati sepenuhnya.
Indahnya, begitu manusia terbiasa aman dan nyaman dalam ketidaktahuan, pintu-pintu keindahan seperti terbuka si sana-sini. Jangankan ketika makan enak, menarik dan menghembuskan nafaspun ada yang indah. Jangankan ketika berlimpah rezeki, tanpa ada limpahan rezekipun masih ada yang bersyukur di dalam sini. Jangankan ketika sehat, tatkala sakitpun masih bisa melihat makna. Jangankan ketika naik pangkat, tatkala pensiunpun tersisa berlimpah keindahan.
Salah seorang sahabat yang pernah sampai di sini bernama James Redfield. Dalam sebuah karyanya yang menawan yang berjudul The Secret of Shambala, ia menulis :
Focus on the beauty, and begin to breath in the energy within. (Ketika manusia terfokus pada keindahan, dan menarik energi di dalam melalui nafas, di mana-mana hanya tersisa keindahan, keindahan dan hanya keindahan)
Dalam lapisan-lapisan keindahan yang lebih dalam, Hazrat Inayat Khan pernah mengemukakan :
Bukankah keindahan adalah bahasa Tuhan? Ketika topeng keindahan dibuka, bukankah yang tersiasa hanya kesucian? Tatkala semuanya hanya keindahan, bukankah ada yang terlahir kembali? ***
